HELLO NEWS - Setelah seorang warganya dipenggal kelompok militan Abu Sayyaf awal pekan ini, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau tetap pada pendiriannya tidak membayar uang tebusan. Dia juga menolak melobi teroris untuk membebaskan warganya itu memakai imbalan selain uang.
"Kanada tidak akan membayar tebusan bagi teroris, baik secara langsung maupun lewat jalur lain," kata Trudeau kemarin, seperti dilaporkan Channel News Asia, Rabu (27/4).
Trudeau menyatakan hal ini usai dia mengumumkan kematian John Ridsdel di tangan kelompok militan Islam garis keras Filipina tersebut.
Menurut perdana menteri dari Partai Liberal ini, jika negaranya membayar uang tebusan yang diminta Abu Sayyaf sama saja mendukung aktivitas terorisme.
Pria 44 tahun ini juga mengimbau warga Kanada di seluruh belahan dunia untuk berhati-hati.
"Kejadian seperti ini bisa terjadi pada setiap warga Kanada yang tinggal, bekerja dan melakukan perjalanan di berbagai belahan dunia," sambungnya.
Masih ada seorang warga Kanada lainnya yang ditawan Abu Sayyaf di Filipina. Robert Hall, beserta pacarnya seorang warga Filipina Marites Flor dan Kjartan Sekkingstad, seorang warga Norwegia.
Mereka diculik dari sebuah resor dermaga dekat Davao, sekitar 500 kilometer dari Jolo, tempat mereka ditahan sekarang. Abu Sayyaf meminta tebusan untuk tiga sandera itu masing-masing 300 juta Peso (setara Rp 84,5 miliar).

No comments:
Post a Comment